Selasa, 27 Maret 2012

4 Tempramen Manusia


Pada dasarnya manusia memiliki 4 tempramen/kepribadian, dasar teori temperamen pada awalnya diciptakan oleh Hippocrates sekitar lebih dari 2400 tahun yang lalu.
Hippocrates membagi manusia menjadi 4 temperamen dasar dan memberi nama kepada masing-masing temperamen itu antara lain sanguin, kolerik, melankolis, dan phlegmatik. Masing-masing temperamen memiliki ciri khas tersendiri, berikut akan dipaparkan mengenai hal tersebut....

Sanguin (Sanguine)

  • Si sanguin adalah orang yg bersemangat dalam hidupnya. Ia selalu tampak ceria, bersahabat, dan sangat menikmati hidup.
  • Orang-orang sanguin cenderung ingin populer, dengan mencari perhatian orang disekitarnya.
  • Gayanya yang gaduh, bersuara keras, dan ramah membuatnya tampak percaya diri.
  • Kadang-kadang ia juga terlihat sembrono/kurang sopan.
  • Orang sanguin sedikit agak pelupa, sulit berkonsentrasi, cenderung berpikir 'pendek', dan hidupnya serba tak teratur.
  • Seorang sanguin cenderung lebih mendasarkan perasaannya daripada pemikirannya saat ia mengambil keputusan.
  • Orang sanguin biasanya kurang menepati janji. Dan suka berbicara hal yg tidak masuk akal alias ‘bohong’.
  • Ia sangat menyukai 'kesenangan', seorang sanguin jarang sekali membiarkan hatinya bersedih berlama-lama. Selalu periang dan penuh harapan, Ia amat luwes, periang, dan pandai bergaul.

Kolerik (Choleric)
  • Orang kolerik memiliki kemauan keras dalam mencapai sesuatu. Ia adalah seorang yang aktif, praktis, cekatan, mandiri, dan sangat independen.
  • Ia cenderung bersikap tegas dan berpendirian keras dalam mengambil keputusan bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain.
  • Berkepala panas, mudah sekali dibangkitkan amarahnya, tapi mudah pula jadi tenang jika lawan yang dihadapinya mengaku kalah.
  • Ia lebih memilih untuk memberikan perintah-perintah tapi tidak mau diganggu dengan pelaksanaan dari perintah-perintah yang diberikannya itu.
  • Ia menyukai jika dipuji didepan umum, menyukai penampilan, kemegahan dan formalitas, iapun penuh dengan kebanggaan dan cinta diri sendiri dan kikir.
  • Dia gampang sakit hati luar biasa jika orang menolak apa yang ia kehendaki.
  • Akibat sifatnya yang `bossy’ itu membuat banyak orang koleris tak punya banyak teman. Orang-orang berusaha menghindar, menjauh agar tak jadi `korban’ karakternya yang suka `ngatur’ dan tak mau kalah itu.
  • Orang koleris senang dengan tantangan, suka petualangan. Mereka punya rasa, “hanya saya yang bisa menyelesaikan segalanya, tanpa saya berantakan semua”. Karena itu mereka sangat “goal oriented”, tegas, kuat, cepat dan tangkas mengerjakan sesuatu.
  • Baginya tak ada istilah tidak mungkin. Apa yang akan ia lakukan akan tercapai seperti yang ia katakan. Sebab ia tak mudah menyerah, tak mudah pula mengalah.


Melankolis (Melancholy)
  • Tipe ini berseberangan dengan sanguin. Cenderung serba teratur, rapi, terjadwal, tersusun sesuai pola. Umumnya mereka ini suka dengan fakta-fakta, data-data, angka-angka dan sering sekali memikirkan segalanya secara mendalam.
  • Jika dalam sebuah pertemuan, orang sanguin selalu saja mendominasi pembicaraan, namun orang melankoli cenderung menganalisa, memikirkan, mempertimbangkan dan kalaupun berbicara pastilah apa yang ia katakan betul-betul hasil yang ia pikirkan secara mendalam sekali.
  • Dari empat temperamen tersebut, melankolis merupakan temperamen yang paling kaya. Ia memiliki rasa seni yang tinggi, kemampuan analitis yang kuat, perfeksionis, sensitif, berbakat, dan rela berkorban.
  • Perasaan sangat berpengaruh pada pribadi seorang melankolis, ia adalah orang yang introvert tapi apabila ia sedang berada dalam puncak sukacitanya, ia bisa saja menjadi lebih ekstrovert.
  • Pribadinya yang sangat perfeksionis cenderung membuatnya sering menyalahkan diri sendiri dan menjadi rendah diri. Padahal ia adalah seseorang yang memiliki daya analitik yang hebat yang mampu memperhitungkan bahaya.
  • Si melankolis cenderung memilih pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan dan ketekunan, sekali ia memilih sesuatu maka ia akan tetap setia mengerjakannya.
  • Menganggap segala sesuatu itu amat penting. Disegala tempat mereka menemukan alasan untuk merasa khawatir, dan yang pertama-tama mereka perhatikan dari sesuatu keadaan ialah kesulitan-kesulitannya. Ini dilakukannya tidak atas dasar pertimbangan akhlaq melainkan karena pergaulan dengan orang lain membuat ia khawatir, berprasangka, dan sibuk berpikir. Justru karena sebab inilah maka rasa bahagiapun menjauhinya.
Phlegmatik (Phlegmatic)
  • Orang ini tak suka terjadi konflik, karena itu disuruh apa saja ia mau lakukan, sekalipun ia sendiri tidak suka.
  • Baginya kedamaian adalah segala-galanya. Jika timbul masalah atau pertengkaran, ia akan berusaha mencari solusi yang damai tanpa timbul pertengkaran. Ia mau merugi sedikit atau rela sakit, asalkan masalahnya tidak terus berkepanjangan.
  •  Kaum phlegmatis kurang bersemangat, kurang teratur dan serba dingin. Cenderung diam, kalem, dan kalau memecahkan masalah umumnya sangat menyenangkan.
  • Dengan sabar ia mau jadi pendengar yang baik, tapi kalau disuruh untuk mengambil keputusan ia akan terus menunda-nunda. Kalau anda lihat tiba-tiba ada sekelompok orang berkerumun mengelilingi satu orang yang asyik bicara terus, maka pastilah para pendengar yang berkerumun itu orang-orang phlegmatis. Sedang yang bicara tentu saja sang Sanguinis.
  • Kadang sedikit serba salah berurusan dengan para phlegmatis ini. Phlegmatis memiliki sifat alamiah pendamai. Ia biasanya menghindari kekerasan. Karena itu jugalah ia adalah orang yang mudah diajak bergaul, ramah, dan menyenangkan. Ia adalah tipe orang yang bisa membuat sekelompok orang tertawa terbahak-bahak oleh humor-humor keringnya, tetapi ia sendiri tidak tertawa.
  • Ia adalah pribadi yang konsisten, tenang, dan jarang sekali terpengaruh dengan lingkungannya. Inilah yang membuatnya hampir-hampir tidak pernah terlihat gelisah.
  • Di balik pribadinya yang dingin dan malu-malu, sesungguhnya ia memiliki kemampuan untuk dapat lebih merasakan emosi yang terkandung pada sesuatu. Karena sifatnya yang menyukai kedamaian dan tidak menyukai pertikaian, ia cenderung menarik diri dari segala macam keterlibatan. Hal inilah yang sering kali menghambatnya untuk menunjukkan kemampuannya secara total. Sering kali mereka hanya menggunakan 30%-50% dari kemampuan mereka.
  • Orang seperti ini lambat jadi hangat tapi jika sudah hangat dapat bertahan hangat lebih lama.
  • Ia bertindak atas dasar keyakinan bukan dasar naluri, temperamennya yang cerah kadang menutup kelemahannya yang kurang cerdik dan bijaksana.
Mana yg cocok untuk kalian atau teman kalian??
Mungkin dengan mengetahui temperamen seseorang, kita dapat mengerti mengapa tingkah laku orang seperti itu selama ini.  Di dunia ini tidak ada seorang pun yang memiliki salah satu temperamen secara murni, keempat watak itu pada dasarnya juga dimiliki setiap orang. Yang beda hanyalah 'kadar’nya. Oleh sebab itu muncullah beberapa kombinasi watak manusia. Sekurang-kurangnya kombinasi dua temperamen.
Dari keempat temperamen tersebut tak ada yang paling baik. Semuanya baik. Tanpa orang sanguin, dunia ini akan terasa sepi. Tanpa orang melankolis, mungkin tak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan dan budaya. Tanpa kaum koleris, dunia ini akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa sang phlegmatis, tiada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.
Semoga Bermanfaat J


Tidak ada komentar:

Posting Komentar